Hukum Dan Kriminal

Proyek Penataan Perpustakaan Daerah Bandar Lampung Menjadi Sorotan: Kualitas Semen Dipertanyakan, K3 Diabaikan?

Bandar Lampung – Proyek penataan Perpustakaan Daerah di Jalan Pramuka Kemiling Raya, kecamatan Kemiling Bandar Lampung, yang didanai APBD 2025, seharusnya menjadi kebanggaan, namun justru menjadi sumber masalah! Diduga kuat, proyek ini dikerjakan asal-asalan, dengan mengabaikan keselamatan kerja (K3) dan menggunakan material semen yang kualitasnya diragukan.
Sejumlah kejanggalan ditemukan di lapangan, menunjukkan lemahnya pengawasan proyek. Konsultan dan Dinas PU Kota Bandar Lampung terkesan lepas tangan, membiarkan proyek ini berjalan tanpa kontrol yang memadai.

“Pengawasan proyek ini sangat lemah! Tidak ada yang benar-benar mengawasi pekerjaan para pekerja,” ujar seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Yang lebih mengkhawatirkan, para pekerja proyek tidak dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) atau K3. Padahal, keselamatan kerja merupakan hal yang mutlak dalam setiap proyek konstruksi.

“Para pekerja ini tidak pakai helm, sarung tangan, atau sepatu safety! Ini sangat berbahaya! Bagaimana jika terjadi kecelakaan kerja?” keluhnya.
Penggunaan semen merek “Dinamik” juga menjadi sorotan. Masyarakat meragukan kualitas semen tersebut dan khawatir akan berdampak pada kekuatan dan ketahanan bangunan perpustakaan di masa depan.

“Kenapa harus pakai semen merek yang tidak jelas? Apakah tidak ada semen yang lebih berkualitas?” tanyanya.

Saat tim kami mengunjungi lokasi proyek, hanya kepala tukang yang terlihat. Tidak ada pengawasan dari rekanan, kontraktor, maupun Dinas PU. Papan informasi proyek juga tidak terpasang, melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Kami tidak tahu anggaran proyek ini berapa, sumbernya dari mana, dan siapa kontraktornya. Semuanya serba tertutup,” ungkap warga tersebut.

Kejanggalan-kejanggalan ini sangat disayangkan dan menimbulkan pertanyaan besar tentang integritas proyek ini. Masyarakat menuntut Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk segera turun tangan, memperbaiki sistem pengawasan proyek, dan memastikan proyek penataan Perpustakaan Daerah ini dikerjakan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kami ingin perpustakaan ini dibangun dengan kualitas yang baik dan aman bagi semua orang. Jangan sampai proyek ini jadi sarang korupsi dan membahayakan nyawa para pekerja!” tegas warga.

Kasus ini menjadi ujian bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat. Jika tidak ada tindakan tegas, maka proyek ini akan menjadi preseden buruk bagi proyek-proyek pembangunan lainnya di Kota Bandar Lampung.(Red)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Jadi Bintang di Lampung Financial Festival 2026, Menko Pangan Zulhas Dorong Hilirisasi Kopi dan Penguatan Kampung Nelayan

BANDAR LAMPUNG– Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara utama yang paling dinanti…

4 hari ago

LSM LP2I Surati Kejati Dan Kejari Lampung Selatan Untuk Audit Proyek Revit Di KB Melati Sidomekar.

LAMPUNG SELATAN – Proyek revitalisasi Kelompok Bermain KB Melati Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan senilai…

4 hari ago

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Kopdes Perkuat Ekonomi Desa

Bandar Lampung, Lampung – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya pembentukan Koperasi…

5 hari ago

Polsek Bumi Waras Tetapkan 2 Tersangka Penggelapan Parfum Milik Selebgram Bandar Lampung

Bandar Lampung – Seorang selebgram asal Bandar Lampung, Ikram Rizal (33), menjadi korban dugaan penggelapan…

5 hari ago

Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi, Lampung Siap Perkuat KDKMP

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)…

5 hari ago

Revitalisasi KB Melati Sidomekar Rp676 Juta Disorot: Ketua P2SP Bukan Warga Lokal, Kepsek Rangkap Jabatan di Pulau Jawa

LAMPUNG SELATAN – Program revitalisasi Kelompok Bermain KB Melati Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dengan…

5 hari ago