Ekonomi

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tegaskan Kopdes Perkuat Ekonomi Desa

Bandar Lampung, Lampung – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) sebagai langkah strategis memperkuat perekonomian desa dan memotong rantai pasok distribusi pangan nasional.

 

Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Gedung Semergou Pemkot Bandar Lampung, pada Jumat (4/9/2026) petang.

 

Zulkifli Hasan menekankan bahwa program pengembangan ekonomi dari desa ini merupakan agenda besar pemerintah yang cakupannya luas, mendasar, serta berdampak langsung pada masyarakat.

 

“Target kita adalah swasembada pangan serta menumbuhkan ekonomi dari desa di sekitar 82 ribu desa dan kelurahan. Kopdes ini bukan sekadar toko atau minimarket biasa, melainkan infrastruktur pemerintah untuk menyalurkan barang-barang subsidi dan bantuan, mulai dari beras, pupuk, gas 3 kg, minyak goreng, hingga alsinat,” ujar Zulkifli Hasan.

 

Ia menjelaskan bahwa keberadaan Kopdes dirancang untuk memotong rantai pasok yang selama ini terlalu panjang dan merugikan masyarakat desa. Menurutnya, ketimpangan harga antara kota dan desa harus segera diatasi agar tercipta keadilan sosial.

 

“Desa harus didekatkan dengan pusat-pusat produksi. Saat ini sering terjadi masyarakat di desa yang ekonominya lebih rendah justru membeli kebutuhan pokok lebih mahal dibanding warga kota karena biaya rantai distribusi. Dengan Kopdes, distribusi barang akan langsung sampai ke masyarakat,” lanjutnya.

 

Selain sebagai sarana distribusi, Zulkifli Hasan menyebut Kopdes juga berfungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil produksi petani lokal dengan harga yang adil, serta mempermudah akses pembiayaan ekonomi warga melalui kemitraan dengan lembaga perbankan seperti BRIlink dan BNIlink.

 

Tak hanya itu, untuk wilayah pesisir, konsep Kopdes juga akan dikembangkan menjadi Koperasi Nelayan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti cold storage, pabrik es, balai lelang, dan SPBN agar harga tangkapan nelayan tetap stabil.

 

Pemerintah optimistis keberadaan Kopdes yang dikelola langsung oleh warga lokal akan meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara inklusif.(Red)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

19 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago