Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menilai Kejuaraan Sepak Bola Nasional KWRI Bandar Lampung Cup 2025 bukan hanya sekadar ajang olahraga, melainkan sarana penting untuk membina karakter anak-anak sejak dini dan mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kominfotik, Ganjar Jationo, saat menghadiri pembukaan kejuaraan yang digelar di Lapangan Baruna, Panjang, Bandar Lampung, dan diikuti oleh 49 tim dari berbagai daerah di Indonesia.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah. Ini soal bagaimana kita membina semangat berjuang, kerja sama tim, dan menghargai lawan. Nilai-nilai ini sangat penting untuk anak-anak, apalagi di era digital seperti sekarang,” ujar Ganjar.
Menurutnya, sebagian besar anak-anak saat ini sudah menghabiskan rata-rata 7 sampai 8 jam per hari dengan gawai, baik untuk bermain game maupun menonton konten hiburan. Hal ini dikhawatirkan berdampak negatif terhadap perkembangan kejiwaan mereka.
“Kalau tidak dikendalikan, kecanduan gadget bisa membuat anak-anak kehilangan fokus, sulit bersosialisasi, dan kurang bergerak. Olahraga seperti ini bisa menjadi penyeimbang, membuat anak lebih sehat jasmani dan rohani,” lanjutnya.
Ganjar juga menyampaikan bahwa Gubernur Lampung berkomitmen untuk mendukung pengembangan dunia olahraga, terutama yang menyasar anak-anak dan remaja.
Menurutnya, investasi di bidang olahraga tidak hanya soal prestasi, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda yang tangguh dan disiplin.
“Kami melihat ini sebagai bentuk komunikasi publik yang luar biasa. Olahraga bisa menyampaikan pesan kuat tentang semangat, tanggung jawab, dan kebersamaan, tanpa harus lewat kata-kata panjang,” ucapnya.
Kejurnas Sepak Bola KWRI Cup 2025 ini juga menjadi ruang aktualisasi diri bagi anak-anak usia 10 hingga 12 tahun, yang tidak hanya datang dari Bandar Lampung tetapi juga dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera dan Jawa. Dengan suasana kompetitif yang sehat, para peserta diajak untuk belajar bertanding dengan cara yang benar.
Ganjar berharap kegiatan semacam ini bisa terus berkelanjutan dan menjadi bagian dari kalender rutin keolahragaan di Provinsi Lampung.
“Kegiatan ini patut diapresiasi. Selain membangun sportivitas, ini juga memperkuat komunikasi lintas daerah. Anak-anak jadi punya jaringan, pengalaman, dan rasa percaya diri sejak kecil,” pungkasnya.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemkot Bandar Lampung dan komunitas olahraga lokal, KWRI Cup 2025 diharapkan tidak hanya mencetak atlet berbakat, tetapi juga generasi muda yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman. (Red)
BANDAR LAMPUNG– Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara utama yang paling dinanti…
LAMPUNG SELATAN – Proyek revitalisasi Kelompok Bermain KB Melati Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan senilai…
Bandar Lampung, Lampung – Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya pembentukan Koperasi…
Bandar Lampung – Seorang selebgram asal Bandar Lampung, Ikram Rizal (33), menjadi korban dugaan penggelapan…
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya memperkuat Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)…
LAMPUNG SELATAN – Program revitalisasi Kelompok Bermain KB Melati Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan dengan…