Ekonomi

Pagar Proyek pembangunan Lampung Wonderland di Tirtayasa Jebol, 10 Rumah Warga Terendam Banjir

Bandar Lampung – Pagar panel proyek pembangunan Lampung Wonderland di jalan Tirtayasa , Kecamatan sukabumi,Bandar lampung, jebol Kejadian ini terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Bandar lampung sejak sore. Akibatnya, sebanyak 10 rumah warga RT.02 lingkungan 01,GG rambutan
di sekitar lokasi terendam banjir hingga mencapai 60 cm.

Suyanto salah satu warga yang mengalami kebanjiran akibat jebolnya tembok penel menceritakan kepada awak media bahwa saat panel tembok proyek Wonderland jebol didaerah nya sedang mengalami hujan deras.

 

” Posisi lagi hujan deras pak,tiba-tiba tembok itu jebol,air dari dalam lokasi proyek tumpah semua kelingkungan kami bercampur tanah merah,masuk ke dalam rumah pak,ini masih ada bekas airnya ” ungkap yanto sambil menunjukan keadaan rumahnya yang masih digenangi air dan lumpur sisa banjir.selasa (18/02/2025)

Yanto melanjutkan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut akan tetapi dirinya mengalami kerugian dikenakan rusaknya barang elektronik ,lemari dan tempat tidur yang disebabkan banjir yang terjadi.

” Alhamdulillah gak ada korban jiwa pak,cuman barang-barang seperti televisi jadi rusak,lemari ,tempat tidur dan perabotan kami basah semua pak”. Ungkapnya

Hal yang sama dicerikatan Riyan warga yang menjadi korban banjir dan berbatasan langsung dengan tembok panel yang jebol dan menimpa rumahnya.

” Posisinya di bawah, di ujung. Karena debit air besar, akhirnya berimbas banjir disertai lumpur ke rumah warga di GG Rambutan, kelurahan sukabumi,” ujar warga di GG rambutan, Riyan, saat dihubungi awak media.

Menurut Riyan, curah hujan yang besar menjadi penyebab utama pagar panel tersebut jebol yang menimpa tembok rumah saya. Lalu, derasnya arus air menyebabkan banjir dan lumpur yang merendam rumah warga, dengan ketinggian mencapai 60 Centimeter.

” Banjir lumpur itu memang dari lokasi proyek Lampung Wonderland ,sebelum ada nya pembangunan proyek tersebut kami tidak pernah kebanjiran,” tambah dia.

Riyan menjelaskan, sebelumnya kondisi lingkungan yang memiliki banyak pohon dan semak-semak dapat menahan air hujan. Namun, dengan adanya proyek pembangunan yang luas mencapai 26 hektar, efeknya menjadi berbeda.

“Sekarang efeknya ada, debit air besar terus tampungan di sana besar, akhirnya banjir,” pungkasnya (Tim Red)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Dua Penadah Motor Curian Ditangkap di Tanggamus, Saat Akan Jual di Facebook

Bandar Lampung – Polsek Labuhan Ratu mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan dan penadahan kendaraan bermotor.…

2 hari ago

Munas HIPMI di Novotel Picu Polemik, Ketua Pandawa Lampung Bersama Panglima GML Indonesia Lampung Minta Jaga Kondusivitas

Bandar Lampung – Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Munas HIPMI) yang dijadwalkan digelar pada…

6 hari ago

Sempat Buron 6 Bulan, DPO Curanmor di Rumah Sakit Bandar Lampung Akhirnya Ditangkap

Bandar Lampung - Setelah buron selama enam bulan, EA (42), pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor)…

6 hari ago

Antisipasi Pencemaran Lingkungan, Satgas MBG Kecamatan Tanjung Sari, Melakukan Evaluasi Sistem IPAL pada SPPG Wawasan

Tanjung Sari - Tim Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Tanjung Sari…

1 minggu ago

Ketua DPRD Lampung Optimistis Kepemimpinan Baru BGN Perkuat Program Gizi Nasional

Bandar Lampung– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, SE. MBA…

2 minggu ago

Polisi Bongkar Jaringan Curanmor Spesialis Hotel di Bandar Lampung, Beraksi Gunakan Mobil

Bandar Lampung - Tim gabungan Polresta Bandar Lampung berhasil membekuk dua anggota komplotan pencurian kendaraan…

2 minggu ago