Hukum Dan Kriminal

Debt Collector Bergaya Dewa, Dibungkam Hukum Bernyali

Channel news – Dalam jagat penegakan hukum yang kadang tampak seperti panggung sandiwara, di mana yang kuat sering memegang kendali dan yang lemah hanya bisa menunduk, hadir satu lakon berbeda dari Polda Jambi. Kali ini, hukum berdiri tegak, bukan sekadar berpose.

Kombes Pol Manang Soebeti, sang Dirreskrimum Polda Jambi, menabuh genderang keadilan. Ia tak sudi jalanan kota dijadikan ajang pamer otot oleh debt collector bertopeng hukum, yang menarik kendaraan bak algojo jalanan – tanpa izin, tanpa adab.

“Kami tak akan biarkan debt collector bergaya preman berkeliaran. Jika ada warga yang dirampas kendaraannya di jalan secara paksa, segera lapor. Kami tindak tegas!” tegasnya, dalam video yang kini viral di jagat maya.

Ucapan itu bagai palu hakim yang diketok di tengah sunyi, dan seketika disambut oleh Muhammad Ali – pengacara kondang yang dikenal tajam lidah dan pikirannya di bumi Lampung.

“Ini baru hukum bernyali, bukan sekadar jubah tanpa isi. Saya apresiasi langkah Kombes Manang. Debt collector bukan aparat. Jangan kebablasan seolah punya kuasa Tuhan di jalan raya,” lanjutnya.

Ali menyindir keras oknum penagih yang seakan hidup di luar naskah peraturan, dan ia menyerukan agar masyarakat tak gentar.

“Jangan mau ditakut-takuti. Hukum ada untuk melindungi, bukan menakut-nakuti dan UU Fidusia: Payung Hukum, Bukan Selimut Kegelapan

Sebagai latar hukum, praktik penarikan kendaraan dijamin oleh UU No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, namun tak bisa dilakukan semena-mena, sebab Putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019 mempertegas:

“Penarikan kendaraan tanpa izin pengadilan adalah ilegal. Harus ada putusan pengadilan jika debitur keberatan atau tidak sukarela menyerahkan kendaraan,” terangnya.

“Penarikan sepihak oleh debt collector tanpa surat tugas dan tanpa prosedur sah bisa digolongkan sebagai perampasan,”ujar Bung Ali

Sayangnya, masih banyak yang membaca undang-undang seperti novel fiksi: dilewati bagian pentingnya, ditafsir sesuka hati. Untunglah, kali ini ada Kombes Manang yang tak sekadar membaca hukum, tapi menegakkannya.

“Saya mengingatkan bahwa hukum bukan milik pemegang surat, tapi penjaga keadilan,”tutup Bung Ali pada Minggu (04/05/2025) di kantornya.(Red)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

19 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago