Pringsewu – Tragis menimpa nasib buruh bangunan drainase yang berada di pekon Sukamulya kecamatan Banyumas kabupaten Pringsewu Lampung.
Di tengah selesainya proyek pengerasan jalan dan drainase di ruas jalan Siliwangi -Banyu urip, ternyata ada permasalahan baru muncul terkait pembayaran upah para Buruh bangunan. pekerja mengeluhkan atas pemotongan upah mereka.
Di ceritakan PW salah satu buruh bangunan kepada awak media ini bahwa yang pada awal perundingan di janjikan akan di bayar Rp 40rb/ meter namun pada saat pembayaran hanya di bayar Rp 30rb / meter dengan alasan mengalami kerugian membuat kondisi semakin sulit bagi sebagian pekerja yang terpaksa harus menerima nasib sebagai buruh kasar (kuli bangunan) keluhnya
pihak kontraktor saat dihubungi oleh awak media ini melalui panggilan WhatsApp mengatakan bahwa memang ada kekurangan pembayaran upah untuk tenaga buruh bangunan. dikarenakan pihaknya mengalami kerugian.
merasa di zolimi maka para buruh bangunan berencana mengadukan permasalahan ini ke Anggota DPRD kabupaten Pringsewu yang kebetulan domisili tinggalnya juga di pekon Sukamulya.
“,nanti mau minta bantu pak Herman saja agar pihak proyek mau bayar sisa upahnya masak proyek milyaran kok bisa rugi dan anehnya yang menangung kami sebagai buruh kasarnya.,” pungkasnya (red)
BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota Bandar Lampung tengah melakukan revitalisasi trotoar di Jalan Jenderal Sudirman,…
LAMPUNG SELATAN – Proyek revitalisasi Kelompok Bermain KB Melati Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan senilai…
Pringsewu, Lampung – Sidang perkara perdata gugatan waris Nomor 773/Pdt.G/2026/PA.Prw di Pengadilan Agama (PA) Pringsewu…
Jakarta - Ketua Umum DPP Forum Wartawan Independen Nusantara (For--WIN), Aminudin, SP didampingi Sekretaris Jendral…
Bandar Lampung – Kepemimpinan di Polresta Bandar Lampung kembali berganti. Kombes Pol Eko Bagus Riyadi…
BANDAR LAMPUNG– Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menjadi pembicara utama yang paling dinanti…