Hukum Dan Kriminal

Miris, Kantor Pekon Sukoharjo Dua Tidak Kibarkan Bendera Merah Putih dan Kosong Tanpa Pegawai di Jam Kerja

Sukoharjo – Pemandangan yang mengecewakan terlihat di Kantor Pekon Sukoharjo Dua, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, pada Kamis, 8 Mei 2025. Pada hari kerja tersebut, kantor pemerintahan tingkat pekon itu tidak mengibarkan bendera merah putih dan dalam kondisi sepi tanpa satu pun aparatur pemerintahan yang terlihat hadir hingga pukul 13.30 WIB.

Bendera merah putih sebagai simbol kedaulatan negara tidak terlihat berkibar di halaman kantor. Selain itu, pantauan langsung tim jurnallampung.com mendapati kantor dalam keadaan tertutup sebagian dan tidak tampak aktivitas pelayanan publik. Beberapa warga yang hendak mengurus administrasi mengaku kecewa karena tidak ada satu pun pegawai yang dapat ditemui.

Sebagai lembaga pelayanan publik di tingkat desa, aparatur pemerintah Pekon Sukoharjo Dua semestinya menjadi garda terdepan dalam melayani kebutuhan masyarakat dan menunjukkan keteladanan dalam disiplin serta penghormatan terhadap simbol negara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Kejadian ini berlangsung pada hari Kamis, 8 Mei 2025, di Kantor Pekon Sukoharjo Dua, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Saat waktu menunjukkan pukul 13.30 WIB—yang masih masuk jam kerja aktif—kantor dalam kondisi kosong tanpa ada petugas atau perangkat pekon yang hadir.

Ketidakhadiran aparatur pekon dan tidak dikibarkannya bendera merah putih bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga mencerminkan lemahnya tanggung jawab dan disiplin dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kinerja dan komitmen aparat pekon terhadap pelayanan publik dan penghormatan terhadap simbol negara.

Beberapa warga yang datang ke kantor merasa kecewa dan mempertanyakan keseriusan aparat pekon dalam menjalankan fungsi pelayanan.
“Saya ingin mengurus surat keterangan, tapi dari pagi sampai sekarang belum ada orang di kantor. Ini sangat mengecewakan. Kami butuh pelayanan, bukan kantor kosong,” ujar Sr, warga setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pekon Sukoharjo Dua mengenai alasan ketidakhadiran pegawai dan kelalaian dalam pengibaran bendera.

Sebagai ujung tombak pelayanan publik, pekon memiliki tanggung jawab moral dan administratif untuk hadir, melayani, serta memberi teladan. Ketidakhadiran aparatur dan pengabaian terhadap protokol kenegaraan seperti pengibaran bendera adalah bentuk kemunduran dalam pelayanan publik yang tidak boleh dianggap sepele.

(Muchtar)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

19 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago