Lampung

Lapor Kejati dan kejari, Diduga PKBM Jaya Kusuma Mark-up peserta didik dan terindikasi dapat merugikan negara

Bandar Lampung – Banyaknya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM ) yang diprogramkan pemerintah melalui dinas pendidikan nasional ( DikNas) menjadi angin segar bagi anak-anak putus sekolah karna keterbatasan ekonomi, betapa tidak ratusan bahkan ribuan anak-anak putus sekolah bisa mengejar pendidikan di PKBM dengan tanpa biaya ( gratis ) sebab dibantu oleh pemerintah melalui BOP sehingga mereka bisa mengikuti kegiatan belajar hingga mendapatkan ijasah paket /kesetaraan.

Namun dibalik itu semua sering ditemui PKBM yang mengambil keuntungan dari program pemerintah tersebut dengan cara meminta biaya kepada peserta didik yang seharusnya tanpa biaya ( gratis) hingga menggelembungkan / mark-up data peserta didik.

PKBM Jaya Kusuma yang berada digg.flamboyan kelurahan gunung agung kota bandar Lampung salah satu PKBM yang wajib menjadi sorotan karna diduga menggelembungkan/mark-up peserta didik hal itu didapatkan ketika rekan- rekan media menyambangi PKBM. Selasa ( 06/03/2024)

M.farid Al Aziz yang menjabat sebagai kepala sekolah PKBM Jaya Kusuma sekaligus merangkap jabatan sebagai operator menjelaskan bahwasanya jumlah peserta didik yang ada di PKBM meliputi 10 peserta paket A , 25 peserta paket B dan 40 peserta paket C.

” Adapun untuk pembelajaran peserta didik seminggu 3 hari pertemuan yaitu hari Kamis ,Jumat dan Sabtu ” ungkap Farid kepada media

Sementara itu data yang terdapat didapodik untuk keseluruhan peserta didik mencapai 150 peserta didik serta waktu penyelenggaraan/ pembelajaran nya pun seminggu 5 hari pertemuan serta jumlah ruangan kelas yang terdata didapodik ada 3 ruang kelas tetapi yang ada dilapangan berbeda nampak 2 ruang kelas itupun berada diluar rumah yang hanya berdinding GRC yang disekat menjadi 2 tempat.

Berdasarkan banyaknya ketidaksesuaian data antara dilapangan ( PKBM ) dan yang ada didata dapodik hal serupa bisa saja terjadi di PKBM lainnya yang ada dibandar Lampung oleh itu diharapkan media dan lembaga yang ada di bandar Lampung dapat turut serta memantau dan melaporkan kepenegak hukum serta kekejaksaan untuk dapat turun memeriksa khususnya PKBM Jaya Kusuma sehingga bisa mengungkap fakta yang ada, apabila ditemukan adanya unsur tindak pidana korupsi dapat segera memproses hukum karna sangat merugikan negara.( Red)

 

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

19 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago