Hukum Dan Kriminal

Lapor Kapolda Lampung!!! Dua Pengawas SPBU Kedamaian Diduga Salurkan Solar Subsidi Ilegal.

BANDAR LAMPUNG– Praktik dugaan penyaluran Bahan Bakar Minyak BBM bersubsidi jenis solar secara tidak wajar diduga terjadi di SPBU 24.351.126, Jalan Pangeran Antasari, Kelurahan Kedamaian, Kota Bandar Lampung.

 

Dua pengawas SPBU berinisial E dan U diduga menjadi aktor utama dalam praktik yang sudah berlangsung setiap hari tersebut.

 

Informasi ini disampaikan sejumlah warga sekitar yang resah karena antrean puluhan mobil langsir menimbulkan kemacetan parah di pintu masuk SPBU dan sepanjang Jalan Pangeran Antasari pada pagi dan sore hari.

 

“Sudah berlangsung lama. Setiap pagi dan sore pasti begitu. Mobil langsir antre sampai menumpuk, jalan jadi macet total. Warga sangat terganggu,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis (11/9/2026).

 

Diduga Ada Oknum yang Membekingi

 

Warga juga menyebut adanya dugaan pengamanan dari oknum tertentu berinisial I yang disebut berasal dari kesatuan TNI Marinir. Keberadaan oknum tersebut diduga membuat praktik ini berjalan secara terbuka tanpa ada tindakan pencegahan.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPBU 24.351.126, kedua pengawas yang disebut, dan oknum yang disebut belum dapat dikonfirmasi.

 

Merasa dirugikan, warga meminta Kapolda Lampung dan instansi terkait segera:

1.  Mengambil tindakan tegas terhadap dugaan pelanggaran penyaluran BBM subsidi

2.  Menghentikan kegiatan penyaluran solar bersubsidi secara ilegal di lokasi

3.  Melakukan penyelidikan menyeluruh termasuk dugaan keterlibatan oknum yang memberikan perlindungan

4.  Menindak tegas semua pihak yang terlibat sesuai hukum yang berlaku

 

Berdasarkan penelusuran, praktik ini diduga melanggar:

1.  UU No. 22 Tahun 2001 tentang Migas

    Pasal 22 ayat (2): Dilarang menyalurkan BBM yang tidak sesuai ketentuan.

    Pasal 45: Pelaku dapat dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp60 miliar.

2.  Peraturan BPH Migas No. 1/2016 dan No. 4/2020

    Melarang penyaluran BBM subsidi kepada pihak tidak berhak dan mewajibkan penyaluran sesuai kuota.

3.  UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

    Pasal 287: Kendaraan yang berhenti/parkir hingga menyebabkan kemacetan dapat dipidana denda Rp500.000.

4.  UU Tipikor No. 31/1999 jo UU No. 20/2001

    Jika terbukti merugikan keuangan negara.

 

Selain itu, PP No. 71 Tahun 2014 menegaskan BBM subsidi hanya boleh dijual kepada konsumen yang memenuhi syarat.

 

Warga Kedamaian berharap aparat segera melakukan sidak dan penyelidikan agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak menimbulkan gangguan lalu lintas.

 

“Kami hanya minta keadilan dan jalan bisa lancar lagi. BBM subsidi itu untuk rakyat kecil, bukan untuk ditimbun dan dijual,” kata warga.

 

Pihak berwenang diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini untuk menghentikan potensi kerugian negara dan keresahan masyarakat.(Jhn)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

17 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

5 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago