Ekonomi

Inovasi Batik Tapis Filosofi Dalam Sentuhan Modern

Lampung – Ditengah derasnya arus modernisasi kain tapis Lampung tetap berdiri sebagai simbol identitas budaya yang tak lekang oleh waktu lebih dari sekedar busana adat, Tapis adalah cerminan nilai spiritual, status sosial, dan hubungan harmonis masyarakat Lampung dengan Alam.

Kain Tapis Lampung tak hanya indah secara visual, tapi juga memperdayakan perempuan dan ekonomi kreatif daerah: Kain Tenun Tradisional ini mencerminkan status sosial, nilai spiritual, serta hubungan harmonis antara manusia dengan alam sekitarnya.

Melalui perpaduan antara tradisi dan kreativitas, Tapis kini berkembang menjadi produk yang tetap relevan dengan gaya hidup masa kini.

Asri Tapis Lampung terus mempertahankan eksistensi Tapis Lampung sebagai kain tenun tradisional khas Provinsi Lampung yang tidak hanya bernilai seni dan budaya, tetapi juga berdampak nyata terhadap perekonomian masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.

Proses pembuatan Tapis Lampung mengedepankan aspek keberlanjutan dengan menggunakan bahan pewarna alami dari tumbuhan lokal.

Para pengrajin membentangkan kain pada alat yang disebut tekang, lalu menyulamnya secara manual menggunakan Teknik cucuk atau tusuk khas dengan benang emas.

Karena membutuhkan ketelitian tinggi dan waktu pengerjaan yang panjang, nilai jual kain ini meningkat seiring dengan kerumitan motif yang dihasilkan.

Selain proses pembuatannya yang unik, setiap helaian kain tapis menyimpan makna mendalam melalui berbagai motifnya.

Pengerajin mengambil inspirasi dari alam, seperti motif Flora (Bunga dan Pohon). Fauna (Burung dan Gajah), hingga motif kapal yang melambangkan perjalanan hidup manusia.

Seluruh motif tersebut membuktikan filosofi hidup masyarakat Lampung yang sangat menghormati alam sebagai sumber kehidupan utama.

Seni Sulam Yang Sarat Makna.

Keunikan Produk asri Tapis terletak pada proses pembuatannya yang masih mempertahankan Teknik manual.

Kain dibentangkan pada alat Tradisional, lalu disulam dengan Teknik cucuk atau Tusuk khas menggunakan benang emas.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta waktu pengerjaan yang tidak singkat.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta waktu pengerjaan yang tidak singkat.

Proses ini membutuhkan ketelitian tinggi dan kesabaran. Waktu pengerjaan bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tergantung tingkat kerumitan motif. Semakin rumit motif yang dibuat, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Beberapa produk juga memadukan batik dengan sulaman tapis, menghadirkan sentuhan modern tanpa meninggalkan akar tradisi.

Perpaduan ini menghasilkan busana yang lebih Fleksibel – dapat dikenakan dalam acara formal maupun semi formal.

Karena dikerjakan secara manual, setiap helai kain memiliki karakter unik dan tidak pernah benar-benar sama. Inilah yang menjadikan setiap produk bernilai eksklusif.

Pemberdayaan Perempuan Dan Ekonomi Daerah.

Harga satu lembar tapis dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung tingkat kerumitan motif dan kualitas bahan.

Nilai tersebut tidak hanya mencerminkan keindahan Visual, tetapi juga waktu, ketelitian, dan makna yang terkandung didalamnya.

Melalui pengembangan UMKM, partisipasi dalam Pameran, serta inovasi desain, asri tapis Lampung turut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Diera industri fesyen yang serba cepat, keberadaan Tapis menjadi pengingat bahwa nilai budaya dan keberlanjutan tetap relevan.

Proses pembuatannya yang mengedepankan Teknik manual serta penggunaan bahan alami menunjukkan bahwa tradisi dapat berjalan seiring dengan inovasi.

Dengan komitmen menjaga kualitas dan terus beradaptasi terhadap perkembangan jaman, Tapis Lampung tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi simbol masa depan ekonomi kreatif daerah.

Setiap helai kain yang dihasilkan bukan sekedar karya seni, ia adalah cerita tentang identitas, perjuangan, dan harapan yang terus ditenun dari generasi ke generasi (red).

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

18 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago