Pesawaran – Warga Dusun III Gg. Masjid Jamiul Anwar, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kecewa dengan kualitas proyek rabat beton di wilayahnya. Pasalnya, jalan yang belum genap beberapa bulan selesai dikerjakan itu kini sudah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

AM, salah satu warga setempat, menyayangkan buruknya mutu pekerjaan rabat beton yang disebut dikerjakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pesawaran.
“Kecewa pak dengan mutu dan kualitas yang buruk seperti ini. Coba lihat pak, ini baru selesai dikerjakan tapi sudah banyak kerusakan. Acian bagian atasnya sudah hilang, jadi tinggal pasir dan batu split yang nampak. Semennya juga kurang, gimana mau awet jalan ini,” ungkap AM dengan nada kesal saat ditemui di lokasi.senin (25/05/2026)

Bahkan, menurut AM, beberapa titik jalan yang rusak terpaksa diperbaiki secara swadaya oleh warga. “Itu kami yang perbaiki pakai uang warga karena sudah rusak,” jelasnya sambil menunjukkan titik jalan yang telah ditambal warga menggunakan semen.

Selain persoalan kualitas, warga juga mempersoalkan minimnya transparansi proyek. AM menyebut pihak rekanan tidak memasang papan informasi proyek yang memuat besaran anggaran dan nama pelaksana.
“Pemborongnya gak pasang papan informasi berapa besar anggaran buat bangun jalan ini. Kami warga kan punya hak untuk mengetahui. Kami sudah bertanya berapa besar anggaran, tapi tidak ada yang merespon dari pihak pemborong,” tambahnya.
AM berharap Dinas Perkim Pesawaran segera mengevaluasi hasil pekerjaan dan menegur pihak rekanan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami berharap ini bisa diperbaiki lagi, ditingkatkan mutu dan kualitasnya. Dinas juga bisa menegur rekanan yang mengerjakan jalan kami ini,” tutupnya.
Berdasarkan pantauan _CNTV.id_ di lapangan, kerusakan memang ditemukan hampir di sepanjang badan rabat beton. Kerusakan meliputi retakan, acian semen yang mengelupas, hingga batu split dan pasir yang muncul ke permukaan jalan.
Dengan temuan ini, warga berharap Kejari Pesawaran dan Kejati Provinsi Lampung dapat turun langsung memeriksa kualitas pekerjaan yang diduga dikerjakan asal jadi dan berpotensi merugikan masyarakat serta keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim Kabupaten Pesawaran maupun rekanan pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. _CNTV.id_ masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut.(Red)