Bandar Lampung – Polemik galian pipa PDAM disejumlah titik dikota bandar Lampung makin membuat keresahan pengendara yang melintas.
Kali ini mobil truck bermuatan air terperosok di jalan Endro Suratmin tepatnya di depan jalan Bintara 2 Sukarame bandar Lampung,bagaimana tidak galian yang memiliki kedalaman hampir 1 meter tanpa rambu-rambu berjajar dipinggir bahu jalan.kamis (07/11/2024)
Alim salah satu warga yang membantu mendongkrak mobil truck yang terperosok mengatakan dirinya dan warga sekitar sudah mulai resah dengan adanya galian pipa PDAM yang dinilai kurang mementingkan keselamatan pengendara yang melintas.
” Kami sudah resah pak dengan galian-galian pipa ini,semau-mau mereka aja mengerjakan,lihat saja sudah mereka gali mereka tinggalkan saja,bukannya dikasih rambu-rambu,ini contohnya mobil truck ini terperosok kalau beginikan yang dirugikan pengendara,jalan jadi macet apalagi ini dekat lampu merah,mana mereka yang menggali lubang seharusnya mereka membantu pengendara yang terperosok ini”. Ungkapnya dengan nada kesal
Ditambahkan alim dirinya tidak mempermasalahkan dengan adanya program pemerintah khususnya pemasangan pipa PDAM tetapi sangat disayangkan minimnya rambu-rambu untuk keselamatan warga dan pengendara yang melintas jalan tersebut.
” Silahkan saja kalau itu memang program pemerintah tapi seharusnya mereka utamakan juga keselamatan pengendara yang melintas dengan memasang rambu-rambu agar pengendara bisa lebih berhati-hati saat melintasi jalur ini”.terangnya
Bukan hanya rambu-rambu yang disoroti akan tetapi SOP keselamatan pekerja pun menjadi sorotan,hampir rata-rata pekerja yang menggali tidak menggunakan K3 untuk keselamatan mereka,sehingga timbul pertanyaan apakah para pekerja penggali lubang pipa PDAM ini memang tidak diberikan perlengkapan untuk keselamatan kerjanya.
Syamsuddin ketua umum LP2i angkat bicara menanggapi keresahan pengendara dengan banyaknya lubang galian PDAM,dirinya membenarkan dengan pentingnya rambu-rambu dilokasi galian sehingga bisa menghindari pengendara yang melintas dari terperosok maupun terjatuh akibat adanya lubang galian PDAM.
” Seharusnya dinas maupun instansi terkait dapat bekerja berdasarkan SOP yang ada,karna itu penting baik untuk pekerja maupun pengendara yang melintas,rambu-rambu itu sangat penting,selain itu keselamatan pekerja juga harus diutamakan dengan memakai K3,apalagi mereka bekerja dipinggir jalan raya yang banyak pengendara melintas baik motor maupun mobil”. Ucap bung syam
” Nanti kita akan layang surat kedinas ataupun instansi terkait untuk lebih mengedepankan keselamatan pekerja dan pengendara yang melintas,dan apabila tidak dihiraukan nanti kita akan berkordinasi dengan kejari dan Kejati untuk memeriksa anggaran negara yang dipakai untuk proyek pipa PDAM itu”. Pungkas bung syam (red)
BANDAR LAMPUNG – Konflik internal di tubuh PT Faza Satria Gianny mulai memanas. Kantor Hukum…
JAKARTA - Peringatan Hari Kartini 2026 pada kali ini mengangkat semangat emansipasi, kesetaraan gender, dan…
Merbau Mataram, [21 April 2026] – Situasi di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mekar…
Pesawaran - Pemerintah Desa Tajur, Kecamatan Marga Punduh, Kabupaten Pesawaran, melaksanakan pembagian Bantuan Langsung Tunai…
Pringsewu – Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2025–2026 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pekon…
Lampung Selatan - Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Utama di Desa Serdang, Kabupaten Lampung Selatan,…