Lampung – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto , menjelaskan bahwa penyelenggaraan LaSEF 2026 merupakan langkah strategis Bank Indonesia untuk mengakselerasi perkembangan UMKM, memperluas halal lifestyle, dan melahirkan sumber pertumbuhan ekonomibaru di Provinsi Lampung.
Adapun, LaSEF 2026 bertumpu pada tiga program utama, yakni (i)Perluasan Implementasi Halal Value Chain: Melalui Halal Mart, Pameran UMKM, serta pelatihan kapasitas melalui Sertifikasi Halal dan Juru Sembelih Halal (JULEHA); (ii) Optimalisasi PembiayaanSyariah: Melalui Business Matching pembiayaan serta edukasi pengelolaan Zakat dan Wakaf Produktif di era digital; dan (iii) Penguatan Literasi dan Halal Lifestyle: Menghadirkan Tabligh Akbar, berbagai sesi Talkshow edukatif (termasuk filantropi digital dan investasi syariah), serta 5 kompetisibesar (Halal Chef, Nasyid, Dakwah, Barista, dan Sharia Economic Battle).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Ir. Mulyadi Irsan, M.T., menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kolaborasi dari Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian serta pendampingan investasi di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota.
Di tengah tantangan iklim El Nino Godzilla pada triwulan II 2026ini, Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik inisiatif Wakaf Sumur Produktif yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Lampung bekerjasama degan Dompet Dhuafa.
“Satu sumur membawa ribuankeberkahan. Ini adalah wujud sedekah yang tidak berhenti mengalir, sekaligus solusi konkretmenjaga produktivitas petani kita,” tegas Mulyadi.
Lebih lanjut, sektor ekonomi syariah diharapkan menjadi motor penggerak baru bagiperekonomian Lampung yang pada Triwulan I 2026 mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar5,58% (yoy).
Dengan populasi 9,4 juta penduduk di mana mayoritas merupakan Muslim, Lampung memiliki potensi besar untuk mentransformasi ekonomi umat dari basis konsumsi menuju kemandirian produksi.
Pemanfaatan jaringan lebih dari 1.000 pondok pesantren dan penguatan sektor riil seperti industri pengolahan daging (RPH) menjadi peluang bagi Lampung untuk menembus pasar halal global, sebagaimana keberhasilan Thailand.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa pilar-pilar dalam LaSEF 2026 menjawab langsung target prioritas daerah dalam RPJMD, mencakup akselerasi sertifikasi halal, peningkatan proporsi aset perbankan syariah terhadap PDRB, serta penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN).
Melalui sinergi ini, diharapkan ekosistem ekonomi syariah di Lampung tidak hanya menjadi label, namun menjadi kekuatan nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan
berkelanjutan. (Mukhan/Denis)
Pesawaran – Warga Dusun III Gg. Masjid Jamiul Anwar, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan,…
Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung menghadirkan inovasi digital bertajuk Patroli QR Janji Jaga sebagai…
Pesisir barat - Aroma tidak sedap menyerbak di Pemerintahan Pekon Suka Marga Kecamatan Bengkunat, Kabupaten…
Bandar Lampung - Polresta Bandar Lampung menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama…
Bandar Lampung – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusa Indah menerima penghargaan dari Kantor Wilayah…
Bandar Lampung – Warga jalan vanily raya Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, mengapresiasi perbaikan Jalan Vanily…