Hukum Dan Kriminal

Jalan Lingkungan Gg Beringin Labuhan Ratu Di Duga Mengurangi Volume Berlebihan

Bandar Lampung – Program Walikota Kota Bandar Lampung yang memprioritaskan infrastruktur yang handal dan kuat demi mensejahterakan masyarakat, tercoreng oleh dugaan praktik penyimpangan dalam pengerjaan infrastruktur. Salah satunya adalah proyek aspal di Jalan ZA Pagar Alam, Gang Beringin, Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, yang diduga kuat mengurangi volume secara berlebihan.

Hasil pantauan awak media yang terus mengawasi pembangunan Kota Bandar Lampung, menemukan adanya kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut. Diketahui, pengerjaan proyek aspal di Gang Beringin yang baru saja selesai, sudah menunjukkan kerusakan, bergelombang, dan terlihat sangat tipis.

Tokoh pemuda Gang Beringin Labuhan Ratu, Malik, mengungkapkan bahwa pengerjaan aspal jalan lingkungan ini menabrak aturan Keterbukaan Informasi Publik (KIP), karena tidak menggunakan plang nama proyek. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa proyek tersebut sengaja ditutupi dalam pengerjaannya.

“Pengerjaan aspal jalan lingkungan ini menumbur aturan KIP keterbukaan informasi publik yang mana dalam pengerjaan tersebut,tidak menggunakan plang nama proyek seolah olah proyek tersebut di tutupi dalam pengerjaan nya,” ujar Malik pada Senin, 22 Desember 2025.

Sebagaimana diketahui, Peraturan KIP diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mengatur tentang pemakaian anggaran negara yang bersifat kepentingan orang banyak.

Dari hasil pantauan awak media, terlihat jelas bahwa pengerjaan proyek aspal di Gang Beringin diduga dikerjakan asal jadi, dengan dasar yang terlalu tipis sehingga bergelombang.

Pengerjaan tersebut diduga kuat dapat merugikan anggaran negara atau anggaran daerah. Seharusnya, pengerjaan jalan memiliki ketebalan 3 cm sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) jalan lingkungan. Namun, dalam proyek ini, ketebalan aspal diduga hanya 2 cm, sehingga aspal jalan lingkungan di Gang Beringin akan mudah hancur sebelum waktu yang ditentukan.

“Menurut pantauan awak media, pengerjaan tersebut dapat merugikan anggaran negara atau Anggaran daerah yang semestinya pengerjaan tersebut harus baik, mempunyai ketebalan 3 cm prosedur SOP jalan lingkungan ini tidak sampai 2 cm, dalam hal ini Aspal Jalan lingkungan di GG Beringin akan mudah hancur sebelum waktu yang di tentukan,” tegas Malik.

Dengan adanya dugaan penyimpangan ini, diharapkan pihak terkait dapat melakukan investigasi mendalam terhadap proyek aspal di Gang Beringin Labuhan Ratu. Transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran negara harus ditegakkan demi mewujudkan pembangunan yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. (Tim)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

21 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

2 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

2 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

7 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago