Hukum Dan Kriminal

Dugaan Skandal 3 Pokja ULP di Lampung Diseret ke Mabes Polri, JPSI Sebut Kerugian Mencapai Milyaran

Jakarta — Laporan dugaan penyimpangan sistematis pada proses pengadaan barang dan jasa mengguncang Provinsi Lampung. Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, mendatangi Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (7/10/2026) untuk mendesak digelarnya investigasi forensik digital dan penyelidikan teknologi informasi secara menyeluruh terhadap tiga Kelompok Kerja (Pokja) Pemilihan Unit Layanan Pengadaan (ULP)/UKPBJ sekaligus

Ketiga Pokja yakni Pokja ULP Kabupaten Lampung Selatan, Pokja ULP Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan Pokja ULP Kabupaten Pringsewu.

Laporan resmi dengan nomor Lap.142/JPSI/LPG/X/2026 tersebut diserahkan langsung ke bagian Tata Usaha dan Urusan Dalam Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (TAUD Bareskrim Mabes Polri) pada Rabu, 7 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB.

Langkah hukum ini diambil menyusul indikasi kuat maraknya praktik moral hazard dan penyalahgunaan wewenang secara daring demi mengondisikan pemenang tender tertentu.

Modus penyimpangan yang disorot meliputi persekongkolan tender (bid rigging), pembocoran dokumen rahasia seperti rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum lelang dibuka, hingga penyusunan spesifikasi teknis yang disengaja mengarah ke merek atau penyedia tertentu bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Tak hanya itu, penggunaan IP address yang sama oleh beberapa peserta lelang yang disinyalir berada di bawah satu kendali juga dibiarkan demi menciptakan ilusi persaingan sehat, di samping maraknya praktik suap, gratifikasi, dan pemotongan komitmen fee proyek untuk memuluskan kelolosan evaluasi.

Saat dikonfirmasi mengenai penyerahan laporan mendesak tersebut, Ketua JPSI Ichwan memberikan pernyataan tegas mengenai potensi kerugian negara dan dampak buruk yang ditanggung masyarakat akibat ulah oknum-oknum tersebut.

“Praktik permainan lelang digital ini sudah sangat masif dan menjadi akar kebocoran anggaran negara. Kerugian akibat satu proyek bermasalah saja bisa menembus angka miliaran rupiah, terutama di sektor infrastruktur dan pengadaan barang. Yang paling dirugikan adalah masyarakat, karena mereka harus menanggung akibat dari pembangunan fisik yang asal-asalan, kualitas layanan publik yang bobrok, serta krisis kepercayaan terhadap pemerintah daerah,” ujar Ichwan saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (8/10/2026).

Ichwan menegaskan bahwa kejahatan penyedia dan oknum internal ini menjadi muara utama kebocoran anggaran negara yang berpotensi menimbulkan kerugian hingga miliaran rupiah per paket pekerjaan, khususnya pada sektor konstruksi, pengadaan peralatan, dan infrastruktur teknologi.

Dampak dari manipulasi lelang digital ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan langsung dirasakan masyarakat melalui hancurnya kualitas infrastruktur, tidak optimalnya layanan publik, serta runtuhnya kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola pemerintahan di daerah.

Bareskrim Mabes Polri kini didesak membongkar seluruh rekam jejak digital dan menindak tegas siapapun oknum yang terlibat dalam jaringan persekongkolan tender tersebut.(Red)

Redaksi Channel News TV

Recent Posts

Resmi Dilantik, Gema Keadilan Lampung Usung Tiga Gerakan untuk Pemuda Bertumbuh dan Berdampak

BANDAR LAMPUNG – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Lampung resmi dilantik di Gedung…

18 jam ago

Terkait Penegakan Hukum PT. PSMI, FORSAL dan For-WIN : Jangan Abaikan Nasib Warga Masyarakat

Jakarta, - Ribuan Petani beserta pekerja lapangan kini dalam suasana ketar-ketir menantikan kepastian pembayaran dari…

1 hari ago

DPDLIPAN Pesawaran Selaku Pendamping Reni Luruskan Isu Rp100 Juta di Kasus Dugaan Penjarahan Lumbirejo

PESAWARAN -Menanggapi pemberitaan di beberapa media online terkait dugaan permintaan uang damai Rp 100 juta…

1 hari ago

Bambang membongkar Celah dan Modus FRAUD dalam Penyaluran KUR sektor Perbankan

Sumbar -  Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Barat, lewat acara Tayang Bincang…

6 hari ago

Kepala Dinas PSDA Bungkam, Publik Mendesak Gubernur dan Sekda Lampung Memberikan Penjelasan Terkait Proyek Irgasi D.I Waykandis

Lampung, - Dugaan Penyimpangan Proyek Jaringan Irigasi D.I Waykandis tahun anggaran 2026 kini memasuki babak…

6 hari ago

GEGER! Tower BTS XL di Batu Putu dan Kupang Raya Bandar Lampung Diduga Kangkangi Perda, Izin Belum Lengkap Tapi Bangunan Sudah Jalan

BANDAR LAMPUNG –Pembangunan tower BTS XL di dua titik di Kota Bandar Lampung diduga bermasalah…

1 minggu ago