BANDAR LAMPUNG – Banyaknya permasalahan yang terjadi pada proyek drainase di Dinas PU Kota Bandar Lampung memicu reaksi keras dari lembaga swadaya masyarakat.
Ketua LSM LP2I (Lembaga Pemantau Pembangunan & Pemberdayaan Indonesia) Bandar Lampung, Bung Syamsuddin, mendesak Walikota Bandar Lampung, Bunda Eva Dwiana untuk segera mengevaluasi total kinerja Dinas PU Kota Bandar Lampung.selasa (13/10/2026)
Desakan ini buntut dari maraknya temuan proyek drainase asal jadi di beberapa titik, seperti di Jl. Untung Suropati Gg. Sumarjo Labuhan Ratu dan di Batu Putuk Teluk Betung Barat serta alimudin Umar campang raya.
Bung Syamsuddin menegaskan, pemborong jangan hanya mencari untung besar tapi harus mementingkan mutu dan kualitas pekerjaan.
“Jangan hanya cari untung! Ingat, mutu dan kualitas itu wajib. Karena yang sangat dirugikan bukan hanya negara yang rugi anggaran, tapi warga penerima manfaat yang langsung merasakan dampaknya. Kalau drainase jebol, rumah warga yang kebanjiran,” tegas Bung Syam.
Bung Syam juga mempertanyakan peran Dinas PU Kota Bandar Lampung dalam pengawasan proyek di lapangan.
Menurutnya, banyaknya permasalahan yang ada dalam penerapan proyek drainase tidak lepas dari kurangnya pengawasan dari Dinas PU Kota Bandar Lampung.
“Pertanyaan saya, kemana pengawas PU? Kemana konsultan pengawas? Kok bisa pekerjaan tanpa adukan, air menggenang, papan proyek tidak ada, bisa lolos? Saya menduga minimnya pengawasan yang dilakukan oleh Dinas PU Kota Bandar Lampung. Atau sengaja dibiarkan?” sindirnya.
Ia menilai jika pengawasan ketat dilakukan sesuai SOP Permen PUPR No.10/2021 tentang Manajemen Keselamatan Konstruksi dan Permen PUPR No.12/2014 tentang Drainase Perkotaan, maka pekerjaan asal jadi tidak mungkin terjadi.
Atas rentetan bobroknya proyek drainase tersebut, Bung Syam juga meminta Walikota Bandar Lampung, Bunda Eva Dwiana untuk mengevaluasi kinerja Dinas PU Kota Bandar Lampung.
“Kami minta Bunda Eva Dwiana untuk evaluasi total. Mulai dari Kepala Dinas, Kabid, PPK, sampai pengawas lapangan. Jika tidak mampu mengawasi, ganti! Jangan sampai program Bunda Eva yang bagus untuk rakyat, dirusak oleh oknum pemborong nakal dan lemahnya pengawasan PU,” pungkas Bung Syam.
LSM LP2I berencana akan melaporkan temuan-temuan proyek drainase bermasalah ini ke Inspektorat dan APH jika tidak ada tindakan tegas dari Walikota.(Red)