Pringsewu – Puluhan warga penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Sapta darma di Kabupaten Pringsewu memperingati 79 tahun Hari Lahir Pancasila, 1 juni 1945 Bertempat di salah satu rumah warga sapto Darmo di pekon panutan kecamatan pagelaran Jum’at, (31/5/2023) malam.
Peringatan tersebut dilakukan setiap tanggal 1 di bulan juni,Menurut Ketua Persatuan Warga Sapta Darma (Persada) Propinsi Lampung Wakiyo, SH, bahwa penghayat Sapta Darma juga supaya aktif berkontribusi di lingkungan sosial,Penghayat harus turut berperan untuk menciptakan toleransi di masyarakat,Ajaran Kerohanian Sapta Darma adalah ajaran yang diturunkan oleh Hyang Maha Kuasa kepada seluruh umat manusia,
”Para penghayat punya prinsip bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Jiwa dan raga kami untuk negara. Sebab, kami makan menghirup udara dan minum di negara ini,” tegasnya.
Ini sesuai dengan Wewarah Tujuh yang merupakan pedoman penghayat Sapta Darma. Dalam Wewarah Tujuh, penghayat diajarkan untuk berbakti kepada negara dan patuh kepada hukum, Ajaran Sapta Darma juga mendorong penghayatnya menolong siapa pun tanpa pamrih, jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPRD kabupaten Pringsewu dari fraksi PDI-Perjuangan, Suryo cahyono SH. kepada awak media ini mengatakan, bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni harus benar-benar dimanfaatkan untuk mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Walaupun Pancasila telah menyatu dalam kehidupan kita sepanjang Republik Indonesia berdiri, seandainya seluruh warga mengamalkan Pancasila, Doa lintas iman malam ini merupakan wujud pengamalan Pancasila. ”Ini penting untuk menjaga persatuan,” ungkapnya.
penulis: Sugiyanto